Selasa, 14 April 2020

Landasan dan Karakteristik Pembelajaran Tematik


MAKALAH

Landasan dan Karakteristik Pembelajaran Tematik

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
Pengembangan Bahan Ajar Tematik Terpadu MI yang dibimbing oleh
Dr. Hj. Mukni’ah, M.Pd.I
Dr. Hj. Erma Fatmawati, M.Pd.I




Oleh:
Titin Mariatul Qiptiyah
NIM. 0849419007


INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER
PROGRAM PASCASARJANA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
MARET 2020

KATA PENGANTAR
Puji  syukur alhamdulillah, saya panjatkan ke Hadirat Allah SWT karena atas rahmat serta hidayahNya dan atas segala nikmat sempat dan sehat sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan baik walaupun sangat jauh dari kata sempurna.
Shalawat beserta salam-Nya semoga selalu terlimpahkan kepada Rasulullah SAW sebagai penutup para nabi dan rasul, yang dengan syafa’atnya penulis dapat menikmati agama sempurna yang selalu dalam ridla Allah SWT. amin.
Landasan dan karakteristik pembelajaran tematik yang didalamnya terdapat sebuah dasar filosofis, psikologis, dasar hukum dan kebajikan, rambu-rambu serta terdapat karakteristik tentang pembelajaran tematik sehingga hal ini menjadi sebuah pembeda antara muatan mata pelajaran yang terdahulu hingga muatan mata pelajaran saat ini.
Namun keterbatasan pengetahuan dan pengalaman maka kami menyadari bahwa makalah ini belum dikategorikan sempurna oleh karena itu perlu kritik dan saran pembeca untuk menjadikan makalah selanjutnya lebih baik lagi.

Jember, 5 Maret 2020
Penulis

Titin Mariatul Qiptiyah



DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i
KATA PENGANTAR................................................................................... ii
DAFTAR ISI................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................. 1
A.    Latar Belakang..................................................................................... 1
B.      Fokus masalah..................................................................................... 2
C.     Tujuan penulisan................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN................................................................................ 3
A.    Dasar Filosofis ..................................................................................... 3
B.     Dasar Psikologis................................................................................... 6
C.     Dasar Hukum dan Kebajikan................................................................ 10
D.    Jenis Karakteristik Pembelajaran Tematik........................................... 11
E.     Rambu- rambu Pembelajaran Tematik.................................................
BAB III PENUTUP........................................................................................ 13
Kesimpulan..................................................................................................... 13
Daftar Pusataka.............................................................................................. 15



BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
Anak usia SD/MI menurut Piaget masih berada pada tahap berfikir operasional konkrit. Karena masih menggunakan berpikir operasional kongkrit maka anak harus membutuhkan alat bantu dalam mengembangkan pembelajarannya. Pada tahap berpikir dengan operasional kongkrit maka penerapan pendekatan pembelajaran terpadu (tematik) dipandang tepat dan sesuai sebagai model pembelajaran siswa di SD/MI, terutama di kelas awal.
Penerapan Kurikulum 2013, terutama pada jenjang pendidikan SD/MI memiliki tujuan khusus yakni untuk mempersiapkan generasi baru dan penerus bangsa yang memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga beriman, produktif, kreatif, inovatif dan efektif. Untuk itu perancang kurikulum 2013 perlu memperhatikan kebutuhan siswa saat ini dan masa akan mendatang yang berpengaruh pada globalisasi dan kemajemukan masyarakat Indonesia. 
Dalam hal ini perancang juga memiliki Landasan dan prinsip untuk membentuk atau merancang sebuah pembelajaran terpadu tentunya berkaitan dengan kebutuhan siswa. Dalam pengembangan bahan ajar dirancang sesederhana mungkin untuk memberikan kemudahan dalam menerima pembelajaran. Prinsip ini juga berkaitan dengan sosial kehidupan masyarakat dengan budaya yang terdapat disuatu daerah. Sedangkan yang diketaui saat ini bahwa pembelajaran terpadu bukan lagi sebuah pembelajaran yang sulit diterapkan oleh setiap guru dalam memberikan pengajarannya kepada peserta didik.
Oleh karena itu pembelajaran tematik terpadu sangat dirancang sederhana jika diterapkan dalam sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah, dalam materi atau mata pelajaran yang dikembangkan memerlukan pendekatan terpadu sebagai acuan untuk membentuk suatu tema.
  1. Rumusan Masalah
1.      Bagaimana dasar filosofis pembelajaran tematik terpadu?
2.      Bagaimana dasar psikologis pembelajaran tematik terpadu?
3.      Bagimana dasar hukum dan kebijakan pembelajaran tematik terpadu?
4.      Apa saja karakteristik pembelajaran tematik terpadu?
5.      Apa saja rambu-rambu pembelajaran tematik terpadu?
  1. Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui dasar filosofis pembelajran tematik terpadu.
2.      Untuk mengetahui dasar psikologis pembelajran tematik terpadu.
3.      Untuk mengetahui dasar hukum dan kebijakan pembelajaran tematik terpadu.
4.      Untuk mengetahui apa saja karakteristik pembelajaran tematik terpadu.
5.      Untuk mengetahui apa saja rambu-rambu pembelajaran tematik terpadu.


BAB II
PEMBAHSAN
  1. Dasar Filosofis
Landasan dasar filosofis dalam pengembangan kurikulum sangat mempengaruhi kualitas  pembelajaran tematik kemunculan dipengaruhi oleh tiga aliran berikut: a) progresivisme, b) konstruktivisme, c) humanisme.[1] Aliran progresivisme memandang proses pembelajaran perlu ditekankan  pada pembentukan kreativitas dengan pemberian sejumlah kegiatan, suasana yang alamiah dan memerhatikan pengalaman siswa. Pada aliran ini dapat mengambil contoh pada kelas 1 tema 7 subtema 4, siswa diberikan kegiatan  dan sekaligus diajak untuk membentuk kreativitas, namun pada kreasi dibawah ini untuk siswa kelas 1 masih tergolong sulit jika dilihat dari segi bahan akan tetapi dapat digantikan kreasi yang lain seperti membuat kerajinan dari bahan plastisin.





Aliran konstruktivisme dalam pembelajaran tematik ialah berupaya melihat pengalaman siswa secara langsung sebagai kunci dalam pembelajaran. Mengacu pada aliran ini, pengetahuan dan keterampilan yang didapat oleh siswa mengontruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan objek, fenomena, pengalaman dan lingkungan sekitar. Dengan contoh dikelas 1 pada tema 7 subtema 2 tentang hewan disekitarku, dari judul subtema sudah dapat diketahui bahwa siswa diajak untuk berinteraksi secara langsung dengan objek atau pengalaman dilingkungan sekitar, siswa akan dapat mengontruksi pengetahuannya sesuai dengan apa yang ditemui dilingkungan sekitarnya seperti ciri-ciri hewan yang dipelihara, membedakan makanan hewan, dan bagaimana cara merawat hewan.   





Aliran humanisme melihat siswa dari segi keunikan, karakteristik, potensi. Pandangan lain bagi gerakan humanisme bergerak melampui “melintas penjara” dari sebagian besar sekolah atau madrasah dengan upaya menghadirkan lingkungan belajar yang mengarah pada pertumbuhan individual.[2] Sehingga gerakan hal tersebut bagi gerakan humanisme didalam pendidikan adalah keinginan untuk mewujudkan lingkungan belajar yang mana siswa akan terbebas dari kompetensi yang seru, kedisiplinan yang keras, dan takut akan kegagalan.
Pada contoh diatas terdapat pada kelas 1 tema 7 subtema 2, mengajak peserta didik untuk mengeksplorasi diri sendiri dengan cara menirukan gerakan hewan yang mereka ketahui. Namun mengekplorasi diri sendiri tidak hanya dengan melakukan sebuah gerakan-gerakan hewan akan tetapi dapat menirukan suara-suara hewan yang mereka ketahui.
  1. Dasar Psikologi
Landasan psikologi pembelajaran tematik terutama berkaitan dengan psikologi perkembangan siswa dan psikologi belajar. [3]  sebagaimana yang dijelakan oleh Rusman, bahwa psikologi perkembangan dibutuhkan terutama dalam menentukan isi dan materi pembelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik agar keluasan, kepahaman dan kedalamannya sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik.
Psikologi belajar memberikan kontribusi dalam hal dan bagaimana isi atau materi pembelajaran tematik disampaikan kepada siswa dan bagaimana siswa harus mempelajarinya.
Menurut hasil dari observasi Pieget, menyebutkan teori perkembangan intelektual atau teori perkembangan kognitif  terjadi dalam 4 tahap. Tahap-tahap diantaranya fase sensomotorik, pra-operasional, operasional konkret, dan operasional formal. Pada pembahsan ini dapat dikategorigakn pada tahap operasional konkret proses pembelajaran anak diusia SD/MI (7-11 tahun), dalam usia ini memiliki kecenderungan perilaku, yaitu:
1.    Anak mulai memandang dunia secara objektif.
2.    Anak mulai berfikir secara operasional
3.    Anak mampu menggunakan cara berfikir operasional untuk mengklasifikasi benda-benda,
4.    Anak dapat memahami konsep subtansi, panjang, lebar, luas, tinggi, rendah, ringan dan berat.
  1. Dasar Hukum dan Kebijakan
Landasan hukum dan kebijakan pelaksanaan model pembelajaran tematik untuk sekolah tingkat dasar dan sederajat. Menurut Ibnu Hajar terdiri dari berbagai ketentuan atau peraturan perundang-undangan yang sifatnya mengikat dan memaksa, serta mendukung penerapan pembelajaran tematik di SD/MI. ada dua landasan yuridis penerapan pembelajaran tematik, yaitu:[4]
1.      Undang-undang No. 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak. pasal 9 dalam undang-undang ini menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran  dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasan yang sesuai dengan minat dan bakat. Undang-undang ini menjadi landasan yuridis penerapan pembelajaran tematik karena menggunakan norma dan ketentuan pembelajaran tematik, yaitu memaksimalkan pendidikan dan pengajaran siswa sejak dini sehingga dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia seutuhnya.
2.      Undang-undang No. 20 tahun 2003, tentang sistem pendidikan nasional. Pada Bab V pasal 1b dinyatakan secara tegas bahwa setiap siswa pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan sesuai bakat dan minat dan kemampuannya. Undang-undang ini memang layak dijadikan landasan yuridis karena penerapan pembelajaran tematik dalam kegiatan belajar dan mengajar di SD/MI bisa menampung kebutuhan belajar para siswa yang diintegrasikan dengan minat dan bakat.
  1. Karakteristik Pembelajaran Tematik Terpadu
Pembelajaran tematik terpadu memiliki karakteristik sebagai berikut:[5]
1.      Berpusat pada siswa
Pembelajaran tematik terpadu berpuat pada siswa (student centered), hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan siswa sebagai objek belajar sedangkan guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator yaitu member kemudahan-kemudahan terhadap siswa untuk melakukan aktifitas belajar.
2.      Memberikan pengalaman langsung pada siswa
Pembelajaran tematik dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa, dengan demikian siswa dihadapkan langsung dengan keadaan yang nyata atau konkret sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang abstrak.
3.      Pemisah muatan pelajaran yang tidak begitu jelas
Ketidak jelasan pemisah antara pelajaran bukan berarti menghilangkan esensi mata pelajaran dan menghilangkan tujuan pembelajaran. Dapat diambil contoh, tema jual beli yang dapat dibahas melalui materi pendidikan agama islam, ips, dan matematika, dari ketiga materi tersebut dapat mengkaburkan focus siswa dengan apa yang sedang dipelajari. Namun disisi lain guru memiliki tanggung jawab untuk menfokuskan arah pelajaran yang sedang dipelajari dengan memberikan pendekatan-pendekatan sesuai dengan tema yang dianggap paling dekat dengan kehidupan para siswa.
4.      Menyajikan konsep dari berbagai muatan mata pelajaran
Pembelajaran tematik meyajikan konsep-konsep yang berkaitan dengan tema dari berbagai muatan mata pelajaran yang dipadukan dalam proses pembelajaran. Dengan demikian siswa dapat memahami konsep secara utuh dan dapat membantu siswa dalam memecahkan masalah yang dihadapindalam kehidupan sehari-hari.
5.      Bersifat fleksibel
Pembelajaran tematik bersifat fleksibel dimana guru dapat mengaitkan dan memadukan bahan ajar dari berbagai muatan mata pelajaran, bahkan dapat mengaitkan dengan kehidupan siswa serta keadaan lingkungan sekolah maupun siswa berada.
6.      Hasil pembelajaran bekembang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa
Siswa diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki siiswa sesuai dengan dengan  minat, bakat dan kebutuhannya.
7.      Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan.

Adapun Karakteristik dari Pembelajaran Tematik menurut TIM pengembang PGSD, 1997 (Hesty, 2008) adalah:[6]
1.      Holistik, suatu gejala atau fenomena menjadi pusat perhatian dalam pembelajaran terpadu diamati dan dikaji dari berbagai bidang studi sekaligus, tidak dari sudut pandat yang berkotak-kotak.
2.      Bermakna
3.      Otentik, pembelajaran tematik memungkinkan siswa memahami secara langsung konsep dan prinsip yang ingin dipelajari.
4.      Aktif, pembelajaran tematik dikembangkan dengan berdasar pada pendekatan inquiry discovery, dimana siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran, mulai perencanaan, pelaksanaan, hingga proses evaluasi.
E.     Rambu-rambu Pembelajaran Tematik
Dalam pembelajaran tematik ada beberapa yang harus diperhatikan guru adalah sebagai berikut:[7]
1.    Tidak semua mata pelajaran dapat dipadukan.
2.    Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dilintas semester
3.    Kompetensi dasar yang tidak dapak dipadukan tidak harus  dipadukan. Kompetensi dasar yang tidak dapat diintegrasikan dibelajarkan secara sendiri.
4.    Kompetensi dasar yang tidak tercakup pada tema tertentu harus tetap diajarkan baik melalui tema lain maupun disajikan secara tersendiri.
5.    Kegiatan pembelajaran ditekankan pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral.
6.    Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa, lingkungan, dan daerah setempat.



BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.         Dasar Filosofis
Landasan dasar filosofis dalam pengembangan kurikulum sangat mempengaruhi kualitas  pembelajaran tematik kemunculan dipengaruhi oleh tiga aliran berikut: a) progresivisme, b) konstruktivisme, c) humanisme.
2.         Dasar Psikologi
Landasan berkaitan dengan perkembangan psikologi kognitif, perkembangan ini dibutuhkan terutama dalam menentukan isi dan materi pembelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik agar keluasan, kepahaman dan kedalamannya sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik.
3.         Dasar Hukum dan Kebijakan
Landasan hukum dan kebijakan pelaksanaan model pembelajaran tematik untuk sekolah tingkat dasar dan sederajat. Menurut Ibnu Hajar terdiri dari berbagai ketentuan atau peraturan perundang-undangan yang sifatnya mengikat dan memaksa, serta mendukung penerapan pembelajaran tematik di SD/MI, yakmi terdapat pada Undang-undang No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan Undang-undang No. 20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional.
4.         Karakteristik Pembelajaran Tematik Terpadu, diantaranya:
Berpusat pada siswa, b) Memberikan pengalaman langsung pada siswa, c) Pemisah muatan pelajaran yang tidak begitu jelas, d) Bersifat fleksibel, e) Hasil pembelajaran bekembang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa, f) Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan.
5.         Rambu-rambu Pembelajaran Tematik
a.     Tidak semua mata pelajaran dapat dipadukan.
b.      Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dilintas semester
c.       Kompetensi dasar yang tidak dapak dipadukan tidak harus  dipadukan. Kompetensi dasar yang tidak dapat diintegrasikan dibelajarkan secara sendiri.
d.      Kopetensi dasar yang tidak tercakup pada tema tertentu harus tetap diajarkan baik melalui tema lain maupun disajikan secara tersendiri.
e.       Kegiatan pembelajaran ditekankan pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral.
f.        Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa, lingkungan, dan daerah setempat.
  
Daftar Pustaka
Hajar, Ibnu, 2013. Panduan Lengkap Kurikulum Tematik, Yogyakarta: Diva Press.
Majid, Abdul, 2014. Pembelajaran Tematik Terpadu, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Prastowo, Andi, 2014. Pengembangan Bahan Ajar Tematik, Jakarta: KENCANA.
Rusman, 2010. Model –model Pembelajaran, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
______, 2015. Pembelajaran Tematik Terpadu, Teori, Praktik dan Penilaian, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.




[1] Rusman, Model –model Pembelajaran, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2010), 255.
[2] Andi Prastowo, Pengembangan Bahan Ajar Tematik, (Jakarta: KENCANA, 2014), 83.

[3] Ibnu Hajar, Panduan Lengkap Kurikulum Tematik, (Yogyakarta : Diva Press, 2013), 28.
[4] Andi Prastowo, Pengembangan Bahan Ajar Tematik, (Jakarta: KENCANA, 2014), 92.
[5] Rusman, Pembelajaran Tematik Terpadu, Teori, Praktik dan Penilaian, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2015), 146-147.
[6] Abdul Majid, Pembelajaran Tematik Terpadu, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014), 90-91.
[7] Abdul Majid, Pembelajaran Tematik Terpadu, (bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014), 91.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Landasan dan Karakteristik Pembelajaran Tematik

MAKALAH Landasan dan Karakteristik Pembelajaran Tematik Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar Tematik...