MAKALAH
Landasan
dan Karakteristik Pembelajaran Tematik
Disusun untuk
memenuhi tugas mata kuliah
Pengembangan Bahan
Ajar Tematik Terpadu MI yang dibimbing oleh
Dr. Hj. Mukni’ah,
M.Pd.I
Dr. Hj. Erma
Fatmawati, M.Pd.I

Oleh:
Titin Mariatul
Qiptiyah
NIM. 0849419007
INSTITUT AGAMA ISLAM
NEGERI JEMBER
PROGRAM PASCASARJANA PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
MARET
2020
KATA
PENGANTAR
Puji syukur
alhamdulillah, saya panjatkan ke Hadirat Allah SWT karena atas rahmat serta
hidayahNya dan atas segala nikmat sempat dan sehat sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas makalah ini dengan baik walaupun sangat jauh dari kata
sempurna.
Shalawat beserta
salam-Nya semoga selalu terlimpahkan kepada Rasulullah SAW sebagai
penutup para nabi dan rasul, yang dengan syafa’atnya penulis dapat menikmati
agama sempurna yang selalu dalam ridla Allah SWT. amin.
Landasan dan
karakteristik pembelajaran tematik yang didalamnya terdapat sebuah dasar
filosofis, psikologis, dasar hukum dan kebajikan, rambu-rambu serta terdapat
karakteristik tentang pembelajaran tematik sehingga hal ini menjadi sebuah
pembeda antara muatan mata pelajaran yang terdahulu hingga muatan mata
pelajaran saat ini.
Namun keterbatasan pengetahuan dan
pengalaman maka kami menyadari bahwa makalah ini belum dikategorikan sempurna
oleh karena itu perlu kritik dan saran pembeca untuk menjadikan makalah selanjutnya
lebih baik lagi.
Jember,
5 Maret 2020
Penulis
Titin
Mariatul Qiptiyah
DAFTAR
ISI
Halaman
HALAMAN
JUDUL ..................................................................................... i
KATA
PENGANTAR................................................................................... ii
DAFTAR
ISI................................................................................................... iii
BAB
I PENDAHULUAN.............................................................................. 1
A. Latar
Belakang..................................................................................... 1
B. Fokus masalah..................................................................................... 2
C. Tujuan
penulisan................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN................................................................................ 3
A. Dasar
Filosofis ..................................................................................... 3
B. Dasar
Psikologis................................................................................... 6
C. Dasar
Hukum dan Kebajikan................................................................ 10
D. Jenis
Karakteristik Pembelajaran Tematik........................................... 11
E. Rambu-
rambu Pembelajaran Tematik.................................................
BAB III PENUTUP........................................................................................ 13
Kesimpulan..................................................................................................... 13
Daftar Pusataka.............................................................................................. 15
BAB
I
PENDAHULUAN
- Latar
Belakang
Anak usia SD/MI menurut Piaget masih berada pada tahap
berfikir operasional konkrit. Karena masih menggunakan berpikir operasional
kongkrit maka anak harus membutuhkan alat bantu dalam mengembangkan
pembelajarannya. Pada tahap berpikir dengan operasional kongkrit maka penerapan
pendekatan pembelajaran terpadu (tematik) dipandang tepat dan sesuai sebagai
model pembelajaran siswa di SD/MI, terutama di kelas awal.
Penerapan Kurikulum 2013, terutama pada jenjang
pendidikan SD/MI memiliki tujuan khusus yakni untuk mempersiapkan generasi baru
dan penerus bangsa yang memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga
beriman, produktif, kreatif, inovatif dan efektif. Untuk itu perancang
kurikulum 2013 perlu memperhatikan kebutuhan siswa saat ini dan masa akan
mendatang yang berpengaruh pada globalisasi dan kemajemukan masyarakat
Indonesia.
Dalam hal ini perancang juga memiliki Landasan
dan prinsip untuk membentuk atau merancang sebuah pembelajaran terpadu tentunya
berkaitan dengan kebutuhan siswa. Dalam pengembangan bahan ajar dirancang
sesederhana mungkin untuk memberikan kemudahan dalam menerima pembelajaran.
Prinsip ini juga berkaitan dengan sosial kehidupan masyarakat dengan budaya
yang terdapat disuatu daerah. Sedangkan yang diketaui saat ini bahwa
pembelajaran terpadu bukan lagi sebuah pembelajaran yang sulit diterapkan oleh
setiap guru dalam memberikan pengajarannya kepada peserta didik.
Oleh karena itu pembelajaran tematik terpadu
sangat dirancang sederhana jika diterapkan dalam sekolah dasar/madrasah
ibtidaiyah, dalam materi atau mata pelajaran yang dikembangkan memerlukan
pendekatan terpadu sebagai acuan untuk membentuk suatu tema.
- Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
dasar filosofis pembelajaran tematik terpadu?
2. Bagaimana
dasar psikologis pembelajaran tematik terpadu?
3. Bagimana
dasar hukum dan kebijakan pembelajaran tematik terpadu?
4. Apa
saja karakteristik pembelajaran tematik terpadu?
5. Apa
saja rambu-rambu pembelajaran tematik terpadu?
- Tujuan
Penulisan
1. Untuk
mengetahui dasar filosofis pembelajran tematik terpadu.
2. Untuk
mengetahui dasar psikologis pembelajran tematik terpadu.
3. Untuk
mengetahui dasar hukum dan kebijakan pembelajaran tematik terpadu.
4. Untuk
mengetahui apa saja karakteristik pembelajaran tematik terpadu.
5. Untuk
mengetahui apa saja rambu-rambu pembelajaran tematik terpadu.
BAB
II
PEMBAHSAN
- Dasar
Filosofis
Landasan dasar filosofis
dalam pengembangan kurikulum sangat mempengaruhi kualitas pembelajaran tematik kemunculan dipengaruhi
oleh tiga aliran berikut: a) progresivisme, b) konstruktivisme, c) humanisme.[1]
Aliran progresivisme memandang proses pembelajaran perlu ditekankan pada pembentukan kreativitas dengan pemberian
sejumlah kegiatan, suasana yang alamiah dan memerhatikan pengalaman siswa. Pada
aliran ini dapat mengambil contoh pada kelas 1 tema 7 subtema 4, siswa
diberikan kegiatan dan sekaligus diajak
untuk membentuk kreativitas, namun pada kreasi dibawah ini untuk siswa kelas 1
masih tergolong sulit jika dilihat dari segi bahan akan tetapi dapat digantikan
kreasi yang lain seperti membuat kerajinan dari bahan plastisin.
Aliran konstruktivisme dalam pembelajaran tematik
ialah berupaya melihat pengalaman siswa secara langsung sebagai kunci dalam
pembelajaran. Mengacu pada aliran ini, pengetahuan dan keterampilan yang
didapat oleh siswa mengontruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan objek,
fenomena, pengalaman dan lingkungan sekitar. Dengan contoh dikelas 1 pada tema
7 subtema 2 tentang hewan disekitarku, dari judul subtema sudah dapat diketahui
bahwa siswa diajak untuk berinteraksi secara langsung dengan objek atau
pengalaman dilingkungan sekitar, siswa akan dapat mengontruksi pengetahuannya
sesuai dengan apa yang ditemui dilingkungan sekitarnya seperti ciri-ciri hewan
yang dipelihara, membedakan makanan hewan, dan bagaimana cara merawat hewan.

Aliran humanisme melihat siswa dari segi keunikan,
karakteristik, potensi. Pandangan lain bagi gerakan humanisme bergerak melampui
“melintas penjara” dari sebagian besar sekolah atau madrasah dengan upaya
menghadirkan lingkungan belajar yang mengarah pada pertumbuhan individual.[2]
Sehingga gerakan hal tersebut bagi gerakan humanisme didalam pendidikan adalah
keinginan untuk mewujudkan lingkungan belajar yang mana siswa akan terbebas
dari kompetensi yang seru, kedisiplinan yang keras, dan takut akan kegagalan.

Pada contoh diatas terdapat pada kelas 1 tema 7
subtema 2, mengajak peserta didik untuk mengeksplorasi diri sendiri dengan cara
menirukan gerakan hewan yang mereka ketahui. Namun mengekplorasi diri sendiri
tidak hanya dengan melakukan sebuah gerakan-gerakan hewan akan tetapi dapat
menirukan suara-suara hewan yang mereka ketahui.
- Dasar
Psikologi
Landasan psikologi pembelajaran tematik terutama
berkaitan dengan psikologi perkembangan siswa dan psikologi belajar. [3] sebagaimana yang dijelakan oleh Rusman, bahwa
psikologi perkembangan dibutuhkan terutama dalam menentukan isi dan materi
pembelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik agar keluasan, kepahaman
dan kedalamannya sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik.
Psikologi belajar memberikan kontribusi dalam hal dan
bagaimana isi atau materi pembelajaran tematik disampaikan kepada siswa dan
bagaimana siswa harus mempelajarinya.
Menurut hasil dari observasi Pieget, menyebutkan teori
perkembangan intelektual atau teori perkembangan kognitif terjadi dalam 4 tahap. Tahap-tahap
diantaranya fase sensomotorik, pra-operasional, operasional konkret, dan
operasional formal. Pada pembahsan ini dapat dikategorigakn pada tahap operasional
konkret proses pembelajaran anak diusia SD/MI (7-11 tahun), dalam usia ini
memiliki kecenderungan perilaku, yaitu:
1. Anak
mulai memandang dunia secara objektif.
2. Anak
mulai berfikir secara operasional
3. Anak
mampu menggunakan cara berfikir operasional untuk mengklasifikasi benda-benda,
4. Anak
dapat memahami konsep subtansi, panjang, lebar, luas, tinggi, rendah, ringan
dan berat.
- Dasar
Hukum dan Kebijakan
Landasan hukum dan kebijakan pelaksanaan model
pembelajaran tematik untuk sekolah tingkat dasar dan sederajat. Menurut Ibnu
Hajar terdiri dari berbagai ketentuan atau peraturan perundang-undangan yang
sifatnya mengikat dan memaksa, serta mendukung penerapan pembelajaran tematik
di SD/MI. ada dua landasan yuridis penerapan pembelajaran tematik, yaitu:[4]
1. Undang-undang
No. 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak. pasal 9 dalam undang-undang ini
menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan
tingkat kecerdasan yang sesuai dengan minat dan bakat. Undang-undang ini
menjadi landasan yuridis penerapan pembelajaran tematik karena menggunakan
norma dan ketentuan pembelajaran tematik, yaitu memaksimalkan pendidikan dan
pengajaran siswa sejak dini sehingga dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia
seutuhnya.
2. Undang-undang
No. 20 tahun 2003, tentang sistem pendidikan nasional. Pada Bab V pasal 1b
dinyatakan secara tegas bahwa setiap siswa pada setiap satuan pendidikan berhak
mendapatkan pelayanan sesuai bakat dan minat dan kemampuannya. Undang-undang
ini memang layak dijadikan landasan yuridis karena penerapan pembelajaran
tematik dalam kegiatan belajar dan mengajar di SD/MI bisa menampung kebutuhan
belajar para siswa yang diintegrasikan dengan minat dan bakat.
- Karakteristik
Pembelajaran Tematik Terpadu
Pembelajaran tematik terpadu memiliki karakteristik
sebagai berikut:[5]
1. Berpusat
pada siswa
Pembelajaran tematik terpadu berpuat pada siswa (student
centered), hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih
banyak menempatkan siswa sebagai objek belajar sedangkan guru lebih banyak
berperan sebagai fasilitator yaitu member kemudahan-kemudahan terhadap siswa
untuk melakukan aktifitas belajar.
2. Memberikan
pengalaman langsung pada siswa
Pembelajaran tematik dapat memberikan pengalaman
langsung kepada siswa, dengan demikian siswa dihadapkan langsung dengan keadaan
yang nyata atau konkret sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang abstrak.
3. Pemisah
muatan pelajaran yang tidak begitu jelas
Ketidak jelasan pemisah antara pelajaran bukan berarti
menghilangkan esensi mata pelajaran dan menghilangkan tujuan pembelajaran.
Dapat diambil contoh, tema jual beli yang dapat dibahas melalui materi
pendidikan agama islam, ips, dan matematika, dari ketiga materi tersebut dapat
mengkaburkan focus siswa dengan apa yang sedang dipelajari. Namun disisi lain
guru memiliki tanggung jawab untuk menfokuskan arah pelajaran yang sedang
dipelajari dengan memberikan pendekatan-pendekatan sesuai dengan tema yang
dianggap paling dekat dengan kehidupan para siswa.
4. Menyajikan
konsep dari berbagai muatan mata pelajaran
Pembelajaran tematik meyajikan konsep-konsep yang
berkaitan dengan tema dari berbagai muatan mata pelajaran yang dipadukan dalam
proses pembelajaran. Dengan demikian siswa dapat memahami konsep secara utuh
dan dapat membantu siswa dalam memecahkan masalah yang dihadapindalam kehidupan
sehari-hari.
5. Bersifat
fleksibel
Pembelajaran tematik bersifat fleksibel dimana guru
dapat mengaitkan dan memadukan bahan ajar dari berbagai muatan mata pelajaran,
bahkan dapat mengaitkan dengan kehidupan siswa serta keadaan lingkungan sekolah
maupun siswa berada.
6. Hasil
pembelajaran bekembang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa
Siswa diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi
yang dimiliki siiswa sesuai dengan dengan
minat, bakat dan kebutuhannya.
7. Menggunakan
prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan.
Adapun Karakteristik dari Pembelajaran Tematik menurut
TIM pengembang PGSD, 1997 (Hesty, 2008) adalah:[6]
1. Holistik,
suatu gejala atau fenomena menjadi pusat perhatian dalam pembelajaran terpadu
diamati dan dikaji dari berbagai bidang studi sekaligus, tidak dari sudut
pandat yang berkotak-kotak.
2. Bermakna
3. Otentik,
pembelajaran tematik memungkinkan siswa memahami secara langsung konsep dan
prinsip yang ingin dipelajari.
4. Aktif,
pembelajaran tematik dikembangkan dengan berdasar pada pendekatan inquiry
discovery, dimana siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran, mulai
perencanaan, pelaksanaan, hingga proses evaluasi.
E. Rambu-rambu Pembelajaran Tematik
Dalam pembelajaran tematik ada beberapa yang harus diperhatikan
guru adalah sebagai berikut:[7]
1. Tidak
semua mata pelajaran dapat dipadukan.
2. Dimungkinkan
terjadi penggabungan kompetensi dilintas semester
3. Kompetensi
dasar yang tidak dapak dipadukan tidak harus
dipadukan. Kompetensi dasar yang tidak dapat diintegrasikan dibelajarkan
secara sendiri.
4. Kompetensi
dasar yang tidak tercakup pada tema tertentu harus tetap diajarkan baik melalui
tema lain maupun disajikan secara tersendiri.
5. Kegiatan
pembelajaran ditekankan pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung serta
penanaman nilai-nilai moral.
6. Tema-tema
yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa, lingkungan, dan daerah
setempat.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.
Dasar
Filosofis
Landasan dasar filosofis
dalam pengembangan kurikulum sangat mempengaruhi kualitas pembelajaran tematik kemunculan dipengaruhi
oleh tiga aliran berikut: a) progresivisme, b) konstruktivisme, c) humanisme.
2.
Dasar
Psikologi
Landasan berkaitan dengan
perkembangan psikologi kognitif, perkembangan ini dibutuhkan terutama dalam
menentukan isi dan materi pembelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik
agar keluasan, kepahaman dan kedalamannya sesuai dengan tahap perkembangan
peserta didik.
3.
Dasar
Hukum dan Kebijakan
Landasan hukum dan
kebijakan pelaksanaan model pembelajaran tematik untuk sekolah tingkat dasar
dan sederajat. Menurut Ibnu Hajar terdiri dari berbagai ketentuan atau
peraturan perundang-undangan yang sifatnya mengikat dan memaksa, serta
mendukung penerapan pembelajaran tematik di SD/MI, yakmi terdapat pada
Undang-undang No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan Undang-undang No.
20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional.
4.
Karakteristik
Pembelajaran Tematik Terpadu, diantaranya:
Berpusat pada siswa, b) Memberikan
pengalaman langsung pada siswa, c) Pemisah muatan pelajaran yang tidak begitu
jelas, d) Bersifat fleksibel, e) Hasil pembelajaran bekembang sesuai dengan
minat dan kebutuhan siswa, f) Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan
menyenangkan.
5.
Rambu-rambu
Pembelajaran Tematik
a. Tidak
semua mata pelajaran dapat dipadukan.
b. Dimungkinkan
terjadi penggabungan kompetensi dilintas semester
c. Kompetensi
dasar yang tidak dapak dipadukan tidak harus
dipadukan. Kompetensi dasar yang tidak dapat diintegrasikan dibelajarkan
secara sendiri.
d. Kopetensi
dasar yang tidak tercakup pada tema tertentu harus tetap diajarkan baik melalui
tema lain maupun disajikan secara tersendiri.
e. Kegiatan
pembelajaran ditekankan pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung serta
penanaman nilai-nilai moral.
f.
Tema-tema yang
dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa, lingkungan, dan daerah
setempat.
Daftar
Pustaka
Hajar, Ibnu, 2013. Panduan
Lengkap Kurikulum Tematik, Yogyakarta: Diva Press.
Majid, Abdul, 2014. Pembelajaran
Tematik Terpadu, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Prastowo, Andi, 2014. Pengembangan
Bahan Ajar Tematik, Jakarta: KENCANA.
Rusman, 2010. Model
–model Pembelajaran, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
______, 2015. Pembelajaran
Tematik Terpadu, Teori, Praktik dan Penilaian, Jakarta: PT RajaGrafindo
Persada.
[1] Rusman, Model –model Pembelajaran,
(Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2010), 255.
[2]
Andi Prastowo, Pengembangan
Bahan Ajar Tematik, (Jakarta: KENCANA, 2014), 83.
[3] Ibnu Hajar, Panduan Lengkap
Kurikulum Tematik, (Yogyakarta : Diva Press, 2013), 28.
[5] Rusman, Pembelajaran Tematik
Terpadu, Teori, Praktik dan Penilaian, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada,
2015), 146-147.
[6]
Abdul Majid, Pembelajaran
Tematik Terpadu, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014), 90-91.
[7]
Abdul Majid, Pembelajaran
Tematik Terpadu, (bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014), 91.
